Reunifikasi adalah sebuah proses tunggal yang menandai penyatuan kembali kedaulatan dua negara atau lebih menjadi satu negara induk tunggal yang berdaulat yang sebelumnya terpecah karena peristiwa sejarah, baik oleh politik, ideologi, maupun sistem pemerintahan berkuasa. Beberapa negara yang memiliki isu reunifikasi biasanya ialah dua negara atau lebih yang terpecah akibat manifestasi  politik pasca Perang Dunia II, terutama persaingan antara blok Barat dan Timur. Negara-negara yang mempunyai isu reunifikasi, seperti Jerman: Jerman Timur dan Jerman Barat (1949), Korea: Korea Utara dan Korea Selatan (1945), Tiongkok: Republik Rakyat Cina dan Republik Cina (1949), Vietnam: Vietnam Utara dan Vietnam Selatan (1975), Yaman: Yaman Utara dan Yaman Selatan (1990).

Jerman terpecah menjadi Jerman Barat dan Timur setelah Perang Dunia II 1945 di mana Jerman dikuasai oleh Britania Raya, Perancis dan Amerika Serikat di sebelah barat dan Uni Soviet di bagian timur. Kedua belah pihak kemudian sepakat membentuk Jerman Barat dan Jerman Timur sebagai negara terpisah yang merdeka. Reunifikasi Jerman menjadi sebuah negara tuggal yang berdaulat memberi efek pada dunia internasional, khususnya Eropa pada akhir abad 20. Reunifikasi ini juga sekaligus mengakhiri periode Perang Dingin antara Blok Barat dan Timur. Dan mengakhiri persaingan aliansi militer antara Pakta Atlantik Utara dan Pakta Warsawa.

Kejatuhan Tembok Berlin tahun 1989 memberi ruang baru bagi Eropa untuk membenah diri. Sebelas bulan kemudian pasca pengahancuran Tembok Berlin, reunifikasi Jerman secara resmi akhirnya terwujud. Langkah penyatuan ini sebelumnya telah digulirkan dan menjadi isu utama bagi Jerman dan Eropa, dan akhirnya atas kemauan rakyat dan pemerintah kedua negara sepakat untuk menyatukan Jerman setelah kurang lebih empat dekade terpisah secara struktural.

Pada tanggal 18 Maret 1990, pemilihan Parlemen di Jerman Timur dilaksanakan. Dan mayoritas besar, para pemilih yang turut serta dalam pemilihan bebas pertama memberikan suara kepada partai-partai yang mendukung penggabungan Jerman Timur ke dalam Republik Federal. Sebagai dasar hukumnya, pada pertengahan tahun 1990 dirundingkan perjanjian antara kedua negara, salah satunya adalah tentang uni moneter. Atas usul dari kedua belah pihak, Republik Federal dan Republik Demokrat membuat sebuah rumusan Perjanjian. Perjanjian ini dikenal dengan “Perjanjian Dua-plus-Empat”. Perjanjian ini melibatkan empat negara sekutu––Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet dan Perancis dengan tujuan bertanggung jawab atas proses penyatuan Berlin-Jerman. Perjanjian ini mengatur persyaratan reunifikasi di sector politik luar negeri dan keamanan bersama.

Reunifikasi Jerman membawa efek bagi Eropa secara keseluruhan. Terpecahnya masalah Jerman pada tahun 1990 tidak lain adalah sesuai tuntutan lama akan “Persatuan dalam Kebebasan” bagi Jerman dan bangsa-bangsa Eropa lainnya. Solusi Eropa atas penyatuan Jerman merupakan sebuah langkah struktural yang membawa iklim stabilitas di kawasan ini. Keberhasilan ini merupakan sebuah bentuk langkah nyata konsolidasi Eropa melalui persetujuan semua negara tetangga. Sehingga, secara bersamaan dengan tercapainya solusi bagi masalah besar lain di Eropa abad ke-20,  juga berefek domino pada penyelesaian masalah Polandia. Dalam artian bahwa,  suatu bentuk pengakuan perbatasan barat Polandia sepanjang Sungai Oder dan Sungai Neiße secara resmi dan mengikat menurut hukum internasional merupakan prasyarat bagi reunifikasi Jerman dalam perbatasan yang berlaku de facto pada tahun 1945.

Jerman yang bersatu kembali itu bukan “demokrasi pascanasional di antara negaranegara kebangsaan” – begitu Republik Federal yang “lama” disebut oleh ahli ilmu politik Karl Dietrich Bracher pada tahun 1976 – melainkan negara kebangsaan demokratis pascaklasik di antara negara-negara sejenis.[1]

Jerman terikat kuat dalam Uni Eropa (UE), melaksanakan sebagian kedaulatannya secara bersama dengan negara anggota lainnya. Banyak hal yang membedakan negara kebangsaan Jerman yang kedua dengan yang pertama, yaitu semua hal yang membuat negara pimpinan Bismarck itu menjadi negara militer dan negara otoriter. Di lain pihak ada juga garis keberlanjutan. Jerman Bersatu sebagai negara hukum dan konstitusi, sebagai federasi dan negara sosial melanjutkan tradisi yang berakar jauh ke abad ke-19. Ini berlaku pula untuk hak pilih yang umum dan sama, dan untuk budaya parlemen yang telah berkembang dalam Reichstag di era Kekaisaran Jerman. Kontinuitas juga terjadi dalam hal wilayah: Perjanjian Dua- Plus-Empat, dokumen pendirian Jerman Bersatu menurut hukum internasional, sekali lagi mengukuhkan solusi “Jerman yang kecil”, yaitu Jerman dan Austria sebagai dua negara terpisah.

Masalah Jerman telah dipecahkan sejak tahun 1990, tetapi masalah Eropa belum selesai. Dengan perluasan pada tahun 2004 dan 2007, UE mencakup dua belas negara lagi. Hingga tahun 1989-1991, sepuluh di antara negara itu berhaluan komunis. Semua anggota baru itu dahulu bagian dari kawasan negeri Barat, yang ciri-cirinya ialah tradisi hukum yang pada dasarnya sama, juga pemisahan dini antara kekuasaan lembaga keagamaan dan lembaga duniawi, serta antara kekuasaan raja dan wewenang wakil golongan masyarakat.

Butuh waktu agar Eropa yang pernah terpisah itu dapat berkembang bersama. Proses ini hanya akan berhasil, jika pendalaman persatuan Eropa berjalan seiring dengan perluasan UE. Pendalaman tidak cukup dengan reformasi institusional, tetapi memerlukan pemikiran bersama mengenai sejarah Eropa dan mengenai kesimpulan yang harus ditarik dari sejarah itu. Yaitu kesadaran mengenai sifat nilai-nilai Barat yang berlaku umum, terutama hak asasi manusia yang tidak dapat diganggu-gugat. Nilai-nilai tersebut dikembangkan secara bersama oleh Eropa dan Amerika, dan nilai-nilai itu harus dipegang seterusnya dan menjadi tolok ukur yang dipakai dunia luar untuk menilai Eropa dan Amerika.

Catatan kaki:


[1]Peter Hintereder, 2007, Tatsachen Uber Deutschland, Berlin: Societat-Verlag, Frankfurt/Main in collaboration with the German Federal Foreign Office, hal 47.
Indonesia, 12 Maret 2009 @16.00 WITA.
Adi Rio Arianto