12

Pengaruh Media Massa dalam Pemilu Amerika Serikat (Tahun 2009)

Fenomena yang menarik perhatian dunia sejak tahun 2008 hingga 2009 adalah proses pemilihan umum presiden Amerika Serikat. Di sini media massa mengambil peran besar. Penyampaian informasi dilakukan melalui televisi, surat kabar, radio, media cetak, koran, dan melalui blog-blog dan facebook yang ada di internet. Lantas bagaimana peran media massa dalam pemilu presiden Amerika Serikat hingga terpilihnya Senator Barack Husein Obama sebagai Presiden?

Media merupakan organisasi yang bertugas memberi informasi kepada publik. Di zaman modern, instrumen media meliputi koran, majalah, televisi, radio, dan lain sebagainya. Fungsi media cukup banyak, terdiri atas melaporkan fakta dan memberikan informasi, mendidik publik, memberi komentar, dan menyampaikan dan membentuk opini publik. Lebih jauh lagi, sekarang ini, media dapat dengan leluasa mengkritik, mengatur dan “mengontrol” pemerintah (termasuk polisi dan militer), serta pegawai negeri dan semua pelaku politik, kader partai yang terpilih maupun tidak terpilih, dan wakil LSM.[1]

Menurut McQuail dalam bukunya Mass Communication Theories (2000:66), pada hakekatnya, terdapat enam perspektif dalam hal melihat peran media massa, yaitu: (1)sebagai window on event and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana, sekaligus merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa,

(2) sebagai a mirror of event in society and the world, implying a faithful reflection. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka. Padahal sesungguhnya, angle, arah dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media,.

(3)sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih issue, informasi atau bentuk content yang lain berdasar standar para pengelolanya. Di sini khalayak “dipilihkan” oleh media tentang apa yang layak diketahui.

(4)sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternative yang beragam, (5)sebagai forum untuk mempresentasikan informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan umpan balik, dan  (6)sebagai interlocutor, yang tidak hanya menjadi tempat arus informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.

Dalam konteks politik media berperan sebagai penambahan informasi tentang pemilu, mempengarui perilaku memilih, sehingga berdampak pada sistem politik yang berjalan. Sadar atau tidak, pers memberikan andil terhadap kemenangan presiden AS pertama yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia itu. Statemen Obama memuaskan wartawan dibandingkan dengan statemen dari lawan politiknya. Gaya pidato yang mengalir, puitis, bergemuruh seperti gelombang bisa membius orang yang mendengarnya. Bahasa tubuhnya yang simpatik selalu tertangkap kamera.

Obama mencuri perhatian media dalam kampanyenya. Obama pernah jadi pemimpin redaksi jurnal hukum di Harvard University. Sehingga dia tak lagi asing dengan media. Obama sadar betul pers memberikan pengaruh yang besar dalam menciptakan opini publik. Chris Matthews, wartawan kawakan AS, disorot publik karena memihak Obama. Namun Matthews membela diri. Ia bilang, wartawan wajib memberitakan yang didengar dan dilihat. Ia terinspirasi pidato Obama tentang ras, (Kompas). Bahkan, John McCain mengeluh porsi pemberitaan Obama berlebihan. Ia menuding Obama dan media terlibat love affair. Pers juga berperan menjatuhkan lawan politik.

Peranan media juga mempengaruhi sikap dan perilaku orang dan publik. Obama bukan tipe figur yang pelit dimintai komentar oleh wartawan. Dia juga tidak susah ditemui wartawan. Wartawan sebagai manusia juga memiliki tanggung jawab moral bukan hanya kepada perusahaan tempat dia bekerja. Tetapi tanggung jawab terbesar wartawan, kata Bill Kovach, tokoh jurnalis dunia yang dikenal sebagai ”Nurani Pers” Amerika.[2] Bukankah tujuan jurnalisme itu melayani warga agar bisa mengambil sikap dalam menjaga kemerdekaan serta mengatur diri mereka sendiri. Wartawan juga memberikan pencerahan dalam demokrasi. Pemerintahan tidak akan berarti tanpa pers. Dalam sejarah, pers di AS berhasil menjatuhkan Presiden Richard Nixon degan skandal watergate yang dutulis Bob Woodward dan Carl Bernstein di Washington Post.

Kampanye melawan kandidat Partai Republik, John McCain, jelas bukan hal yang mudah bagi Obama. McCain adalah figur pahlawan AS, seorang veteran perang dari keturunan pembesar Angkatan laut AS, pernah mendekam dipenjara Vietkong dan menerima siksaan komunis Vietnam selama lima tahun. Obama yang relatif jauh lebih muda (47 tahun, Mc Cain 72 tahun) dan minim pengalaman politik (McCain telah menjadi anggota konggres AS sejak 26 tahun lalu). Namun, strategi kampanye Obama di awal telah mengubah peta politik di AS.

Kemampuannya dengan memaksimalkan potensi internet dan telepon selular sebagai basis jaringan kampanyenya menjadikannya sebagai kandidat dengan total sumbangan terbesar sepanjang masa (600-an Juta Dolar). Ia mampu mengubah daerah yang secara tradisional selalu berpihak pada partai musuhnya mengubah haluan. Kemampuannya menampilkan citra pembaharu menginspirasi kaum muda untuk mendukungnya.

Catatan kaki:


[1] Rudy, T. May. 2003. Pengantar Ilmu Politik “Wawasan Pemikiran dan Kegunaannya”. Bandung: PT. Refika Aditama.

[2] Prayitno, Budi. 2006. Etika Jurnalisme “Debat Global”. Institut Studi Arus Informasi Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Indonesia, 16 Maret 2009 @13.39 WITA.
Adi Rio Arianto
Profil | Kepakaran | Seminar | Foto | Kontak | Hakcipta | Situs ini dilindungi oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik No. 11 Tahun 2008, Republik Indonesia

Hakcipta 2008-2018 © Adi Rio Arianto. "Mazhab Horizontalisme Politik — Strategi. Pertahanan. Keamanan."