12

Mayanometika

Yunani telah lama melakukan kudeta “copy-paste” terhadap bahasa Mesir Kuno. Kata “Nomos (aturan/hukum)” dan kata “Nome (Kota) ini lah yang selama 7.000-14.000 tahun diperdebatkan oleh para _Egiptolog_ Kita harus gali Pondasi _Pemikiran Timur_ melalui bahasanya sejak bahasa Bangsa Mesopotamia dan Mesir Kuno. Sehingga dalam sistem pemerintahan ke depannya, kita berangsur-angsur tidak menggunakan kata “Politik” lagi (“Politea” atau “Polis” yang kini berubah menjadi “Politik”), melainkan kita ubah menjadi “Nometik” atau “Ilmu Nometika.” Termasuk: Geometrinometika, Geonometika, dll. Oleh karena itu, tugas Manusia Horizontal pada Abad ini adalah mengembalikan / memamajukan makna “Nome” menjadi _Nometik_ menggantikan _Politik_. #Masih ingat dengan materi SMA tentang asal-usul kata “Ekonomi” : “Oikos” dan “Nomos”. “Nomos” adalah bahasa induk Mesir Kuno yang sengaja diambil-alih secara sepihak oleh Yunani di masa Ptolemauk, kemudian untuk menghilangkan jejak nya, ia Yunani menghancurkan “Perpustakaan Alexandria” sebagai bentuk seolah-oleh kebudayaan nya terpisah dari Mesir Kuno. Ada banyak kata, dan kata “Nome” ini yang paling sulit disembunyikan. Suatu saat barangkali akan menjadi : “FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU NOMETIK” “Kita harus segera Reformasi Kurikulum Tingkat Dasar. Mengambil segera Pemikiran Timur masuk ke dalam kurikulum kita. Dan, perlahan-lahan mengubah sistem pemerintahan dunia yang diawali di Asia, khususnya Indonesia.” Ini pesan saya di Abad ini, abad yang menjadi bagian dari Era Horizontal selama 7.000-14.000 tahun ke depan. Dalam waktu dekat, dunia kita akan mencapai “Globalinium” Awal dengan teknologi tertinggi nya “Mayanometik” sebagai “Basis Kelima”.

Jakarta, 1 April 2019.

Adi Rio Arianto

  • Comments
  • About post
Leave a Reply

posted on April 1, 2019
in Geometripolitika
Profil | Kepakaran | Seminar | Foto | Kontak | Hakcipta | Situs ini dilindungi oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik No. 11 Tahun 2008, Republik Indonesia

Hakcipta 2008-2019 © Adi Rio Arianto. "Mazhab Horizontalisme Antarbangsa — Strategi. Pertahanan. Keamanan."