1

Filosofi: Menggali Pemikiran Mazhab Horizontalisme Abad 7, 8-14, dst.

Filosofi seluruh tulisan ini datang dari pemikiran Politik dan Keamanan Global Aliran Indonesia, yaitu Mazhab Horizontalisme (Mazhab Indonesia). Mazhab Horizontalisme hadir untuk memahami politik internasional dalam skala yang kompleks. Horizontalisme dibangun untuk mempengaruhi kebijakan politik  internasional dan memperkaya perspektif Ilmu Hubungan Internasional (HI) melalui pemahaman, penguasaan, pengklasifikasian, termasuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Tulisan ini memiliki tingkat analisa yang beruntun untuk memudahkan pembaca dalam memahami alur dan pemikiran penulis. Memahami milenium, melihat periode abad, mengelompokkan dekade, dan menganalisis fenomena tahun ke tahun tidak cukup dengan hanya melihat fenomena di sekeliling kita. Untuk memahami itu semua perlu adanya gagasan kerangka berpikir dalam menyusun literatur. Siapapun akan merasakan betapa sulitnya mengaitkan satu fenomena dengan fenomena lain dalam kurun waktu yang berbeda, selain menghindari kesalahan perspektif, menghindari penulisan literatur yang tidak relevan, dan mengusahakan pemikiran yang strategis dan berbobot merupakan kunci utama dalam memahami proyeksi tulisan ini.

Tulisan ini mencoba menggambarkan alur politik yang didasari oleh pemikiran Horizontalisme, mencari titik temu, lalu mengaitkan perspektif tersebut ke dalam perspektif-perspektif HI terdahulu. Pemikiran Filsuf nir-Horizontalisme seperti Plato, Aristoteles, Plotinus, Machiavelli, Kant, Hegel, Marx, Hobbes, Locke, Rosseau, Morgenthau, Koejeve, Huntington, Fukuyama, akan terus didalami penulis kemudian membandingkannya dengan Filsuf Horizontalisme seperti Al-Khwarizmi (780-850), Al-Kindi (801-873), Al-Farabi (870-950), Ibu Sina (980-1037), Ibnu Khaldun (1332-1406), dll. Sumbangan pemikiran mereka telah mempengaruhi kemajuan politik global. Analisa tulisan ini cukup sederhana, menekankan pemikiran alamiah penulis, dimana fakta-fakta yang terlewatkan untuk mendukung analisis perlu mendapatkan pengembangan dan kritikan.

Tulisan ini hadir untuk mengimbangi pemikiran HI terdahulu. Siapapun akan memahami maksud penulis ketika telah tuntas membaca tulisan ini. Pentingnya kemandirian dalam berpikir merupakan kunci dalam memperkuat pemahaman dan keabsahan pemikiran penulis. Bagaimanapun juga sebuah ilmu pengetahuan mesti diuji dan dievaluasi tingkat keberhasilannya. Pertanyaannya adalah seberapa adilkah kita memberikan peluang kepada siapa saja yang secara sukarela mengabdikan diri untuk memajukan ilmu pengetahuan seperti jalan pemikiran para Ilmuwan dan Filsuf terdahulu? Tentu saja hal itu juga yang akan mempengaruhi kemajuan keilmuan penulis di masa depan.

Perspektif “Horizontalisme” berusaha menghadirkan cara pandang baru di ranah politik internasional, mengembangkan pola-pola analisis yang baru, ilmiah, dan berkualitas. Dengan demikian, kehadiran karya ini mesti dipahami dengan pemikiran yang sederhana, yaitu menerima segala pendapat dan konsekuensi-nya muncul perdebatan intelektual yang bernuansa ilmiah tercipta. Oleh karena itu karya ini mestinya mendapatkan kritikan dan evaluasi dari berbagai kalangan. Dan, ilmu selalu berkembang setelah mendapat evaluasi.

Pemutakhiran terkini | Jakarta, 28 Juli 2016

Profil | Riset | Seminar | Publikasi | Foto | Kontak | situs ini dilindungi undang-undang

Hakcipta 2008-2017 © Adi Rio Arianto