1

Struktur 3. Kekuatan Geometripolitika Dunia (KGD): Dasar-Dasar Ilmu Geometripolitika, Al-Jabar, dan Hukum Adi Rio Arianto

Dasar-dasar ilmu gometripolitika meliputi keseimbangan negara, kekuatan negara, dan keamanan negara. Ketiga dimensi ini adalah proyeksi penciptaan perdamaian dunia. Dengan demikian, muncul pertanyaan apakah yang dimaksud dengan “kekuatan negara?” Bagaimanakah mengukur “kekuatan negara?” Di Era sekarang, bagaimanakah ciri-ciri negara yang dikatakan aman?Negara mesti mandiri secara fisik dan psikologi, dalam term saya ini disebut dengan ‘tema’. Tema ini dibentuk oleh keamanan yang mapan dari variasi ancaman. Kedua tema mempunyai loyalitas masing-masing. Konstanta 22/7: Jari-jari bumi adalah sesuatu yang konstan. Itulah sebabnya saya memiliki konstanta KA= 0,18πrc2. Sejauh mana nuklir menembus jari-jari bumi sampai hancur, maka bulan dan planet lain adalah solusinya seperti yang sudah dilakukan oleh Tiongkok dan Jerman. Kekuatan volume secara vertikal, udara mestinya mempunyai dinding pertahanan dari laser dalam hal ini sebanding dengan volume ruang udara. Sebuah negara secara vertikal.

Penciptaan pertahanan negara dimulai dalam tujuh struktur tingkatan yaitu air, embrio, otot, darah, tulang, daging, dan ruh. Saya menolak analisis Morgenthau (lihat Morgenthau, Politik Antarbangsa,1949:176) tentang proses membangun pertahanan negara, membangun pertahanan organisasi regional layaknya Aliansi Atlantik sesungguhnya berbeda dengan membangun pertahanan sebuah negara. Sebab aliansi lahir didahului oleh kekuatan negara-negara utama sebagai motor utama penggerak aliansi. Itulah manifestasi dari gotong-royong, selalu ada tim pengarah atau pemimpin.

Geometripolitika membagi wilayah dunia menjadi empat medan, yaitu keamanan ruang udara (kuadran II), keamanan ruang laut (III), keamanan ruang daratan Kuadran I), dan Keamanan ruang bawah tanah (kuadran IV). Titik tengah dari kuadran merupakan jari-jari dan diameter lingkungan kekuasaan geopolitik sebuah bangsa, dimana dengan menghitung jarak kekuasaan ini maka kondisi geografi akan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan sebuah negara dalam memenuhi kepentingan nasionalnya. Oleh karena itu titik ini perlu diperhitungkan sebagai wilayah strategis dalam membangun sistem keamanan negara.

Selain itu, geopolitik juga mengalami 4 pertumbuhan sekaligus penyusutan wilayah yaitu: geopolitik vertikal positif dan negatif, geopolitik horizontal positif dan negatif, dan  geopolitik volume. Setiap wilayah memiliki jari-jari dan tepian negara.“Asumsi: perilaku negara ibarat perilaku manusia. Ia butuh rasa ke(aman)an dan kasih sayang, tingkat loyalitasnya: antara sayang dan cemburu berbanding lurus seperti jumlah rasa ke(aman)an dan kasih sayang yang diberikan oleh pengguna negara kepada negara, sekali negara “mengeluh” maka tak ada jalan lain selain berperang untuk keamanan lalu berdamai kembali”.

Sedangkan, geopolitik adalah sumber kekuasaan, kekuatan, dan kedaulatan yang akhirnya mengabdikan diri pada tujuan keamanan. Geopolitik sebagai sumber keamanan segitiga maka geopolitik mengikat manusia, dengan demikian manusia tidak akan mampu menentukan kapan mesti berperang, berdiplomasi, dan berdamai jika tidak mampu menentukan posisi titik geometripolitik sebagai identitas keamanan segitiga yang ia miliki.

Dilihat dari proyeksi bangunannya, ada dua jenis keamanan yaitu keamanan volume dan keamanan datar. Keamanan volume terdiri dari tujuh sistem keamanan: sistem laser kerucut, sistem laser kubus,sistem laser prisma, sistem tabung, dll. Keamanan sistem datar terdiri atas tujuh sistem yaitu sistem segitiga, item bujur sangkar, sistem jajaran genjang, sistem trapesiun, dll. Semua jenis keamanan ini dapat dihitung dengan menggunakan Konstanta Adi Rio Arianto. Contoh soal:

Asas Aljabar tentang “Pengurangan” dan “Keseimbangan” universal merupakan filosofi dasar dari keseimbangan universal. Apa yang terjadi pada benua Afrika adalah sebuah contoh fenomena penciptaan keseimbangan universal. Pemetaan Afrika menunjukkan dalam suatu kurun tertentu, beberapa pemimpin di suatu wilayah mengalami proses “pengurangan” dan “keseimbangan” kekuatan. Mengapa negara-negara Afrika mesti menghadapi “pemetaan” sedemikian rupa? Tujuannya adalah untuk melakukan proses keseimbangan kepemimpinan bangsa Afrika di dunia. Inilah proses “pemetaan” untuk Afrika. Juga berlaku bagi pemetaan Amerika, Asia, Eropa, dll. Perubahan nama negara seperti Persia menjadi Iran, Prusia menjadi Jerman, dll. Satu-satunya yg tidak berubah adalah Inggris dan Arab. Uni-Soviet adalah contoh negara Horizontalisme sebagai manusia Islam dan Orthodox asli. Keduanya memiliki pertalian. Fakta mengenai Perangko yang digunakan oleh Uni Soviet menunjukkan bahwa asas keseimbangan Aljabar menjadi pondasi dasar bagi sistem negara Uni Soviet. Dengan demikian Imperium Islam dan Uni Soviet memiliki pertalian.

Geometripolitika percaya bahwa “keamanan segitiga adalah keamanan yang bersumber dari penggabungan antara geopolitik, kebijakan, dan keamanan internasional.’ Negara adalah makhluk hidup. Ia bernapas, butuh makan dan minum, butuh proyeksi serta butuh tempat tinggal, namun ia tetap dikendalikan. Jika keseimbangan terganggu, maka ia berhak memunculkan “bencana.”

Distribusi militer Amerika Serikat di seluruh dunia menggunakan bangunan geopolitik Horizontal segi lima sesuai formasi Pentagon. Setiap negara memiliki teritorial halaman depan dan belakang negara. Masing-masing sebagai geometripolitik vertikal positif dan geometripolitik vertikal negatif. Ketika muncul ancaman pergerakan geometripolitik mesti fleksibel membentuk sistem prisma, kubus, segitiga, tergantung arah proyeksi. Skenario-nya dapat dipahami dalam bentuk gambar bergerak. Libensraum perlu diarahkan, dan imperialisme tak terbatasnya Hitler mesti dipahami dalam dua dimensi, yaitu manakah arah positif dan negatifnya. Politik, keamanan dan pertahanan secara mendasar dibangun oleh geometripolitik. Sebaliknya kualitas geometripolitik ditentukan oleh kualitas manusianya.

Negara tidak semestinya menciptakan teknologi yang lambat karena ia memperlambat sistem keamanan, oleh karena itu pergerakan negarawan mesti dipercepat. Tuhan selalu mengizinkan manusia berperang menurut garis waktu, ruang, dan masa. Jika “malam” tiba, perdamaian akan menjauhi kehidupan manusia. Dan, yang membuat manusia berdaulat adalah ketika ia berada dalam puncak keamanannya. Sebaliknya, yang membuat manusia bertekuk lutut adalah ketika ia berada di ujung ketakutan.

Pemutakhiran terkini | Jakarta, 28 Maret 2016

Profil | Riset | Seminar | Publikasi | Foto | Kontak | situs ini dilindungi undang-undang

Hakcipta 2008-2017 © Adi Rio Arianto