12

KI-KKI: Komunitas Indonesia untuk Kajian Keamanan Internasional

KI-KKI (Komunitas Indonesia untuk Kajian Keamanan Internasional)Komunitas Indonesia untuk Kajian Keamanan Internasional (KI-KKI) adalah sebuah komunitas independen yang digagas oleh sekelompok Pemikir, Ilmuwan, dan Filsuf Ilmu Hubungan Internasional terkhusus di Bidang Kepakaran Keamanan Internasional dari Indonesia.

Ide KI-KKI pertama kali Saya sampaikan pada awal tahun 2017 di Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII). Seluruh rekan-rekan yang memiliki kepakaran yang sama menyambut dengan antusias.

Sebagai Manunggalis, lewat tulisan pertama Saya yang terbit di tahun 2016 Keamanan Siber Menuju Perang Geometri Antarbangsa: Geometripolitika dan Arsitektur Keamanan Dunia Era Manunggal (Horizontal) Abad 21” (dalam Prosiding AIHII, 2016: 31), Saya mencoba memulai dan memperkenalkan gagasan awal yang menandai lahirnya sudut pandang HI Indonesia, yaitu Manunggalisme.

Latar belakang gagasan KI-KKI adalah melihat perluasan dimensi keamanan dunia menjadi 8 (delapan) medan/ dimensi sebagai akibat dari munculnya dua teknologi universal abad 21, yaitu senjata Nuklir dan Teknologi Siber. Kedua teknologi ini telah membawa pengaruh signifikan bagi arsitektur keamanan dunia. Dengan demikian, lahirlah Teori Geometripolitika sebagai penemuan terbaru dalam Kajian Keamanan Internasional.

Geometripolitika membagi wilayah dunia menjadi 8 (delapan) medan atau dimensi. Dalam Geometripolitika, delapan dimensi tersebut yaitu: Darat, Laut, Udara, Bawah Tanah (kelompok ini disebut sebagai Dimensi Geometri Terbatas / DGT); serta Galaksi, Ruang Hampa, Siber, Khatulistiwa (kelompok ini disebut sebagai Dimensi Geometri Tak Terbatas / DGTT).

Delapan dimensi di atas selanjutnya menjadi tolak ukur untuk menganalisis terbentuknya arsitektur keamanan internasional abad 21. KI-KKI melihat fenomena abad 21 di dekade pertama dan kedua, kemudian meramalkan bahwa pada dekade ketiga abad 21, dunia memasuki prazona dan zona Perang Geometri Antarbangsa (PGA) yang kemudian mempengaruhi arah politik dunia.

Fenomena seperti lahirnya Manunggalisme, lahirnya Politik Handayani Manunggal bersinergi dengan Politik Mercusuar, lahirnya Globalinium yang diikuti oleh terbentuknya Poros Maritim Dunia (Indonesia) dan perimbangannya Poros Daratan Dunia (Rusia-Tiongkok), serta Poros Lintang Dunia / Poros Khatulitiwa Dunia (Indonesia) dan perimbangannya Poros Bujur Dunia (Inggris) menjadi fenomena khusus dalam studi HI Abad 21.

Semua fenomena di atas menjadi pertanda bahwa dunia telah memasuki Era Manunggal Abad 21: era “Pemurniaan” dunia. Itulah yang disebut dengan Manunggalisasi dunia sepanjang 7 (tujuh) abad ke depan dari abad 21, 22-28, dst… mengikuti skema “Pergiliran Manunggal per 7 abad.”

Oleh karena itu, KI-KKI sedang melakukan kodifikasi, penyesuaian, dan pendefenisian ulang dari ruang lingkup terkecil hingga terbesar mengenai Arsitektur Keamanan Dunia melalui Pembentukan “Piagam Keamanan Dunia Era Manunggal Abad 21.” Mengutip “Tepatnya, tahun 2000 lalu kita telah memasuki Era Manunggal di seluruh dunia.”

Saat ini KI-KKI sedang melakukan konsolidasi internal tahun 2020-2024 mendatang.

Pemutakhiran terkini: Jakarta, 20 Januari 2020 | Ditulis sejak Agustus 2017

Profil | Kepakaran | KI-KKI | Seminar | Foto | Kontak | Hakcipta dilindungi UU ITE No. 11 Tahun 2008, Indonesia

Hakcipta 2008-2020 © Adi Rio Arianto