12

Adi Rio Arianto

Adi Rio Arianto (Filsuf Indonesia, Pakar Strategi Abad 21, dan Pakar Keamanan Internasional). Foto diambil: November 2013, Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Adi Rio Arianto adalah Filsuf Indonesia, Pakar Strategi Abad 21, dan Pakar Keamanan Internasional. Foto diambil: November 2013, Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Adi Rio Arianto (atau A.R. Arianto, disingkat “ARA“; dikenal sebagai Penggagas “Mazhab Horizontalisme Politik” atau “Filsafat Politik Ariantonian”; lahir di Demak, Jawa Tengah, pada hari Rabu Pahing, 20 Januari 1988, Tahun Naga; Kebangsaan Indonesia; Agama Islam; Suku Jawa; Keturunan Kejawen Singodrono di Demak) adalah Filsuf Indonesia, Pakar Strategi, Pakar Keamanan Internasional, Analis Geopolitik (Pertahanan dan Keamanan), Matematikawan[1][2][3], dan Ilmuwan Politik Internasional. Arianto adalah Tokoh Penggagas Horizontalisme pada Era Horizontal Abad ke-21. Dalam kajian Filsafat, Arianto adalah anggota Mazhab Jakarta.

Arianto adalah Koordinator Mata Kuliah Pengantar Kajian Keamanan Internasional (PKKI) pada Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Arianto juga menjabat sebagai Koordinator Komunitas Indonesia untuk Kajian Keamanan Internasional (KI-KKI) yang bersinergi dengan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII). Arianto terlibat aktif dalam Studi Keseimbangan (Evolusi Teorama Al-Jabar ke Teorama Arianto), Studi Kekuatan (Evolusi Geopolitika ke Geometripolitika), dan Studi Keamanan (Evolusi 8 medan Keamanan Dunia: studi tentang luas, kecepatan, percepatan, dan volume keamanan).

Pemikirannya, Horizontalisme bersandar pada Matematika, Ilmu Bumi (Geopolitika), Geometri (Geometripolitika), dan Astronomi (Astropolitika). Gagasan Horizontalisme menandai lahirnya sudut pandang HI Indonesia mewakili perspektif Hubungan Internasional (HI) sebagai Pemikir Mazhab Jakarta di pentas Politik Internasional.

Pada tahun 2016-2018, Arianto merintis pendirian Arianto Institute (AI.ID), bersamaan dengan lahirnya gagasan Globalinium (atau Universalium), dan gerakan Arahindonesia yaitu sebuah Gerakan Politik Internasional (GPI) yang diperkenalkan oleh Arianto sesuai dengan Visi, Misi, dan Mandat UUD 1945 untuk menyongsong arah perkembangan—evolusi, kemajuan, dan kematangan pemikiran—prinsip politik luar negeri Indonesia melalui gagasan diplomasi universal dan memahami proyeksinya ke dunia luar sebagai sebuah “kompas” masa depan dunia, mengantarkan Indonesia mencapai “Indonesia Poros Afirmatif” dunia sebagai Pemimpin Kawasan menuju Pemimpin Dunia Abad ke-21, Abad ke-22 hingga Abad ke-28. 

Arianto memiliki slogan universal bahwa:

 “Indonesia Harus Memimpin Dunia, Oleh Karena Itu, Indonesia Harus Berani Mendefinisikan Ulang Dunia Abad 21. Berangkat dari pemikiran ini, Indonesia harus aktif mendorong rekonstruksi terhadap Evolusi Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia: dari Prinsip “Indonesia Bebas Aktif” ke Prinsip “Indonesia Poros Afirmatif.”

juga,

“Sesungguhnya pada abad ini dan mendatang, Indonesia harus berani mengambil tanggung jawab penuh membangun keabadian Universal sepanjang sejarah dunia di Era Horizontal. Indonesia harus berani mengambil tanggung jawab penuh dalam memimpin dunia Abad 21. Oleh karena itu, Indonesia harus berani mendefinisikan ulang dunia Abad 21. Indonesia harus berani menjadi pelopor bagi kepemimpinan Bangsa Horizontal atas penguasaan 8 matra wilayah dunia: darat, laut, udara, bawah tanah, khatulistiwa, siber, ruang hampa, dan galaksi.” Itulah sebabnya mengapa Indonesia bersama Bangsa Horizontal lainnya menggunakan “sudut pandang” Horizontalisme untuk mendobrak, mengubah, dan mengarahkan sistem politik universal masa depan dari DAD menuju DHD melalui gagasan “Indonesia Poros Afirmatif” yang meliputi lima pilar, yaitu: (1)Episentrum Maritim Dunia, (2)Ekuilibrium Daratan Dunia, (3)Arsitektum Khatulistiwa Dunia, (4)Geopolitikum Benua Indonesia, dan (5)Geometripolitikum Daerah Horizontal Dunia. Kelima pilar ini telah termaktub dalam prinsip “Indonesia Poros Afirmatif” yang akan mengangkat Indonesia sebagai Kekuatan Dunia Abad ke-21, Abad ke-22 hingga Abad ke-28, dst.”

Arianto aktif dalam Pengkajian Strategi, meliputi: Studi Strategi, Keamanan Internasional, Kebijakan Pertahanan, Lingkungan Strategik, Geopolitik, dan Keamanan Siber.

Pendidikan

Adi Rio Arianto memperoleh gelar Master (S2) “Master of Arts (M.A.)” dari Program MAIR “Master of Arts in International Relations” Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada dalam konsentrasi Politik Internasional dengan spesifikasi Studi Strategi: Geopolitik dan Keamanan Internasional. Arianto berhasil lulus di wisuda periode I angkatan XXIII dengan predikat “Tesis Terbaik” sekaligus “Lulusan Terbaik” Angkatan atas Master Tesis “Konfigurasi Geopolitik Eropa: Jerman dan Arsitektur Keamanan Eropa Pasca Perang Dingin”. Gelar ini diraih dengan lulus Yudisium Master tesis A.

Arianto, sebelumnya telah meraih gelar Sarjana (S1) “Sarjana Ilmu Politik (S.IP)” dari Program Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (2008-2012) dalam konsentrasi yang sama, yaitu Politik Internasional dengan spesifikasi Studi Strategi: Geopolitik, Kebijakan Pertahanan, dan Keamanan Internasional. Arianto berhasil lulus di wisuda periode I angkatan XXIV dengan predikat “Cumlaude” sekaligus “Lulusan Terbaik” atas Sarjana Tesis “Arsitektur Keamanan Eropa: Rivalitas Prancis-Amerika Serikat di North Atlantic Treaty Organization (NATO) Pasca Perang Dingin.” Gelar ini diraih dengan lulus Yudisium Sarjana tesis A.

Penghargaan

  1. Koordinator Komunitas Indonesia untuk Kajian Keamanan Internasional (KI-KKI) yang bersinergi dengan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII). AIHII adalah wadah perkumpulan seluruh Ilmuwan Hubungan Internasional di Indonesia, sedangkan KI-KKI adalah salah satu komunitas epistemik yang didirikan untuk mengkaji persoalan dan perkembangan isu Strategik yang mengarah pada isu Keamanan Internasional
  2. Keynote Speaker pada DUBES NGOPI (Duduk Bersama Diskusi Politik Internasional) dengan tema “Pertahanan dan Keamanan Nasional Indonesia dalam Sektor Siber“, Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta, 14 November 2017
  3. Pembicara Utama pada Joint Statement Forum dengan tema “Membangun Pertahanan dan Keamanan Nasional Indonesia dalam Sektor Siber“, Persatuan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (PMHII), Jakarta, 20 Oktober 2017
  4. Lulusan terbaik “Master of Arts in International Relations” Wisuda Periode I Angkatan XXIII dengan predikat “Tesis Terbaik” pada Program “Master of Arts in International Relations” (MAIR), Pascasarjana Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, 20 Oktober 2015
  5. Meraih Program Beasiswa Pascasarjana Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BPPDN-DIKTI 2013-2015) melanjutkan studi Magister di Program Master of Arts in International Relations (MAIR),  Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, 01 Sep 2013-20 Okt 2015
  6. Lulusan terbaik Sarjana Ilmu Hubungan Internasional Wisuda Periode I Angkatan XXIV dengan predikat “Cumlaude”pada Program Sarjana Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Indonesia, 20 Maret 2012
  7. Meraih Program Beasiswa Mengikuti Ujian Universitas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BMU-DIKTI 2008-2012) melanjutkan studi Program Sarjana di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, 01 Agu 2008-01 Mar 2012
  8. Finalis ”Best Speaker” pada ASEAN “Public Speaking Competition” dengan tema “ASEAN as One Community”, judul pidato “ASEAN Single Market 2020: Opportunities And Threats”, difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 26 Sep 2010
  9. Simulasi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perwakilan Negara Republik Federal Jerman. Difasilitasi oleh “UNHAS Model United Nations Conference Simulation Zero”, 20 November 2010
  10. Penghargaan Peserta Menuju Olimpiade Sains Indonesia (MOSI) dalam Bidang Studi Matematika, Persiapan menuju Olimpiade Sains Matematika/ International Mathematics Olympiad (IMO), 2007
  11. Honourable Member as Young Researcher di Lembaga Lingkungan Hidup Dunia Operation Wallacea Trust./Ltd., Eropa, 2006

 

Pemikiran

Adi Rio Arianto (Filsuf Indonesia, Bapak Horizontalisme)

Adi Rio Arianto adalah Filsuf Indonesia. Foto diambil: Januari 2017, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Adi Rio Arianto adalah Filsuf, Matematikawan, dan Penggagas Filsafat Horizontalisme. Dalam kajian filsafatnya, “Horizontalisme”, Arianto menguraikan tujuh struktur analisis pokok pemikiran filsafatnya yaitu:

  1. Pertama, Mazhab Horizontalisme Politik (MHP) yang mengulas “Horizontalisme: Asal Usul Pemikiran, Moral Standar Alamiah, dan Prinsip-Prinsip Dasar Kekuasaan Universal Manusia Gotong Royong”
  2. Kedua, Sejarah Universal Manusia (SUM)
  3. Ketiga, Konsep Geometripolitika Dunia (KGD) yang mengulas “Keamanan Siber Menuju Perang Geometri Antarbangsa: Geometripolitika dan Arsitektur Keamanan Dunia Era Horizontal Abad 21″
  4. Keempat, Pembentukan “Daerah Atlantik Dunia (DAD)
  5. Kelima, vis-à-vis “Daerah Horizontal Dunia (DHD)”
  6. Keenam, proyeksi “Perang Geometri Antarbangsa (PGA) sebagai “Perang Dunia III Abad 21″, dan
  7. Ketujuh, Sistem Adikrasi Horizontal (SAH)

 

Visioner 

Dalam melihat Tatanan Dunia Abad 21, “Mazhab Horizontalisme” berposisi diluar “Positivisme” dan “Pascapositivisme”, sekalipun ada irisan dengan Filsafat “Teori Politik ke-4” dari pemikiran Filsuf Alexander Dugin (Rusia), yaitu “The Fourth Political Theory: Beyond Left and Right but Against the Center” yang disebut dengan istilah “Eurasianisme.” Mazhab Horizontalisme––bersandar pada dasar-dasar Ilmu Matematika Murni––berusaha mewakili Sekolah Indonesia (Mazhab Indonesia) mengimbangi Sekolah Inggris (Mazhab Inggris), Denmark (Mazhab Kopenhagen), Rusia (Mazhab Moskow), dan Jerman (Mazhab Frankfurt).

Arianto aktif memantau kemajuan pembangunan keamanan dunia abad 21, 22-28, meliputi : (1)menghitung kekuatan nasional negara-bangsa (manifestasi konsep KGD); (2)menganalisa pasang-surut kekuatan Eropa, Evolusi Euro-Atlantik, dan penyusutan kekuatan Aliansi Atlantik (manifestasi konsep DAD); (3)membangun konsep “Arsitektur Politik Internasional DHD-TRIIM yaitu Tiongkok, Rusia, Indonesia, India, dan Mongolia” menuju “pemimpin regional” dan “pemimpin antarbenua” sebagai calon pemimpin global masa depan (manifestasi konsep DHD); dan (4)menganalisa pergeseran politik dan keamanan dunia dari Euro-Atlantik ke Asia-Pasifik (manifestasi konsep PGA), didukung oleh fenomena Horizontalisme di awal abad 21, berupa universalisasi kekuatan ASEAN, BRICS, dan G20 didahului oleh penyusutan kekuatan NATO, UE, dan G8.

Arianto aktif mengamati pertumbuhan “Kepemimpinan Paralel Universal”, yaitu Geometripolitik Ekuilibrium, Geometripolitik Episentrum, dan Geometripolitik Arsitektum. Ini dimanifestasikan dalam fenomena Poros Maritim Dunia (Indonesia) dan perimbangannya Poros Daratan Dunia (Rusia-Tiongkok), serta Poros Lintang Dunia (Indonesia) dan perimbangannya Poros Bujur Dunia (Inggris). Arianto terus aktif mendorong pembaharuan Teori-Teori Hubungan Internasional pada Abad ke-21.

Pemutakhiran terkini | Jakarta, 17 Agustus 2017

Profil | Kepakaran | Seminar | Foto | Kontak | Hakcipta | Situs ini dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia

Hakcipta 2008-2018 © Adi Rio Arianto. "MHP — Strategi. Pertahanan. Keamanan"