1

Adi Rio Arianto: “Filsuf, Matematikawan, Visioner, Pendiri Mazhab Horizontalisme Politik

ADI RIO ARIANTO, PHILOSOPHER ABAD 21

Visioner Arahindonesia Abad 21

Adi Rio Arianto (disingkat ARA; dikenal sebagai Filsuf Arianto atau Pemikir Filsafat Ariantonian (lahir di Demak, Jawa Tengah, pada hari Rabu (Pahing); berdarah keturunan Demak-Buton; Kebangsaan Indonesia) ialah Filsuf, Matematikawan[1][2][3][4], serta Visioner Era Horizontal Abad 21, 22-28, dst.

Ia kemudian, mewakili konsentrasi studinya sebagai Filsuf/Pakar Keamanan Internasional. Ia terlibat aktif dalam Studi Keseimbangan (Evolusi Teorama Al-Jabar ke Teorama Arianto), Kekuatan (Evolusi Geopolitika ke Geometripolitika), dan Keamanan (Evolusi 8 medan Keamanan Dunia: studi tentang luas, kecepatan, percepatan, dan volume keamanan).

Ia merupakan penggagas Mazhab Horizontalisme Politik (Horizontalisme, Filsafat Ariantonian) sebagai perspektif politik dunia yang bersandar pada asumsi Ilmu Matematika Murni, Astronomi, Geometri, dan Ilmu Bumi, dalam hal ini mewakili perspektif Hubungan Internasional (HI) dan/atau Hubungan Antarbangsa (HA) sebagai Pemikir Sekolah Indonesia (Pemikir Jakarta) di pentas Politik Antarbangsa.

Pada tahun 2016-2017, Ia merintis pendirian Institut Arianto (IA.ID), bersamaan dengan digagasnya Globalinium (atau Universalium), dan gerakan Arahindonesia yaitu sebuah gerakan politik Antarbangsa yang diperkenalkan oleh Adi Rio Arianto sesuai dengan Visi, Misi, dan Mandat UUD 1945 untuk menyongsong arah perkembangan—evolusi, kemajuan, dan kematangan pemikiran—prinsip politik luar negeri Indonesia melalui gagasan diplomasi universal dan memahami proyeksinya ke dunia luar sebagai sebuah “kompas” masa depan dunia, mengantarkan Indonesia mencapai “poros-afirmatif” dunia sebagai Pemimpin Kawasan, Pemimpin Antarbangsa, dan Pemimpin Universal Abad XXI, XXII-XXVIII.

Ia memiliki slogan universal bahwa: “Indonesia Harus Memimpin Dunia, Oleh Karena Itu, Indonesia Harus Berani Mendefinisikan Ulang Dunia Abad 21.” Berangkat dari pemikiran ini, Ia aktif mendorong rekonstruksi terhadap Evolusi Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia: dari Prinsip Bebas-Aktif ke Prinsip Poros-Afirmatif.

Saat ini, sejak 1 Agustus 2016, Ia adalah Dosen Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta, sebagai Kampus Bela Negara yang didirikan oleh Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono). Ia aktif menangani konsentrasi Pengstrat (Pengkajian Strategi dan Keamanan) meliputi: Keamanan Internasional, Kebijakan Pertahanan, Lingkungan Strategik, dan Cyber Security.

Pendidikan

Adi Rio Arianto meraih gelar kedua (S2) “Master of Arts (M.A.)” dari Program MAIR “Master of Arts in International Relations” Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada dalam konsentrasi Politik Internasional dengan spesifikasi Studi Strategi: Geopolitik dan Keamanan Internasional. Ia berhasil lulus di wisuda periode I angkatan XXIII dengan predikat “Tesis Terbaik” sekaligus “Lulusan Terbaik” Angkatan atas Master Tesis “Konfigurasi Geopolitik Eropa: Jerman dan Arsitektur Keamanan Eropa Pasca Perang Dingin”. Gelar ini diraih dengan lulus Yudisium Master tesis A.

Sedangkan, gelar pertama (S1) “Sarjana Ilmu Politik (S.IP)” diraih dari Program Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (2008-2012) dalam konsentrasi yang sama, yaitu Politik Internasional dengan spesifikasi Studi Strategi: Geopolitik, Kebijakan Pertahanan, dan Keamanan Internasional. Ia berhasil lulus di wisuda periode I angkatan XXIV dengan predikat “Cumlaude” sekaligus “Lulusan Terbaik” atas Sarjana Tesis “Arsitektur Keamanan Eropa: Rivalitas Prancis-Amerika Serikat di North Atlantic Treaty Organization (NATO) Pasca Perang Dingin.” Gelar ini diraih dengan lulus Yudisium Sarjana tesis A.

Penghargaan

Lulusan terbaik Master of Arts in International Relations Wisuda Periode I Angkatan XXIII dengan predikat “Tesis Terbaik” pada Program Master of Arts in International Relations (MAIR), Pascasarjana Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, 20 Oktober 2015

Meraih Program Beasiswa Pascasarjana Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BPPDN-DIKTI 2013-2015) melanjutkan studi Magister di Program Master of Arts in International Relations (MAIR),  Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, 01 Sep 2013-20 Okt 2015

Lulusan terbaik Sarjana Ilmu Hubungan Internasional Wisuda Periode I Angkatan XXIV dengan predikat “Cumlaude”pada Program Sarjana Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Indonesia, 20 Maret 2012

Meraih Program Beasiswa Mengikuti Ujian Universitas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BMU-DIKTI 2008-2012) melanjutkan studi Program Sarjana di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, 01 Agu 2008-01 Mar 2012

Finalis “Reruhanisasi Keadilan Ekonomi Indonesia pada Abad 21, Mencipta Keadilan Ekonomi yang Koordinatif” pada Kompetisi Penulisan Essay Dies Natalis Universitas Hasanuddin, tema “Kritisasi dalam Rangka Pembangunan Masyarakat yang Sejahtera” kebijakan dalam bidang Ekonomi Pembangunan, 20 Okt 2010

Finalis ”Best Speaker” pada ASEAN Public Speaking Competition dengan tema “ASEAN as One Community”, judul pidato “ASEAN Single Market 2020: Opportunities And Threats”, difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesiadan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, 26 Sep 2010

Simulasi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perwakilan Negara Republik Federal Jerman. Difasilitasi oleh Unhas Model United Nations Conference Simulation Zero. Universitas Hasanuddin, 20 November 2010

Penghargaan Peserta Menuju Olimpiade Sains Indonesia (MOSI) dalam Bidang Studi Matematika, Persiapan menuju Olimpiade Sains Matematika/ International Mathematics Olympiad (IMO), 2007

Honourable Member as Young Researcher di Lembaga Lingkungan Hidup Dunia Operation Wallacea Trust./Ltd., Eropa, 2006

Pemikiran

Adi Rio Arianto adalah Filsuf, Matematikawan, Visioner, dan Penggagas Filsafat Horizontalisme. Dalam kajian filsafatnya, “Horizontalisme”, ia menguraikan tujuh struktur analisis pokok pemikiran filsafatnya yaitu Mazhab Horizontalisme Politik (MHP) mengulas Asal-Usul, Prinsip-Prinsip Dasar, dan Moral Standar Manusia Gotong Royong; Sejarah Universal Manusia (SUM); Kekuatan Geometripolitika Dunia (KGD) mendahului pembentukan “Daerah Atlantik Dunia (DAD) vis-à-vis “Daerah Horizontal Dunia (DHD)”; proyeksi “Perang Geometri Antarbangsa (PGA) sebagai “Perang Dunia III Abad 21″; dan Sistem Adikrasi Horizontal (SAH).” Dalam melihat Tatatan Dunia Abad 21, “Mazhab Horizontalisme” berposisi diluar “Positivisme” dan “Pascapositivisme”, sekalipun ada irisan dengan Filsafat “Teori Politik ke-4” dari pemikiran Filsuf Alexander Dugin (Rusia), yaitu “The Fourth Political Theory: Beyond Left and Right but Against the Center” yang disebut dengan istilah “Eurasianisme.” Mazhab Horizontalisme––bersandar pada dasar-dasar Ilmu Matematika Murni––berusaha mewakili Sekolah Indonesia (Mazhab Indonesia) mengimbangi Sekolah Inggris (Mazhab Inggris), Denmark (Mazhab Kopenhagen), Rusia (Mazhab Moskow), dan Jerman (Mazhab Frankfurt).

Adi Rio Arianto aktif memantau kemajuan pembangunan keamanan dunia abad 21, 22-28. Ia aktif (1)menghitung kekuatan nasional negara-bangsa (manifestasi konsep KGD); (2)menganalisa pasang-surut kekuatan Eropa, Evolusi Euro-Atlantik, dan penyusutan kekuatan Aliansi Atlantik (manifestasi konsep DAD); (3)membangun konsep “Arsitektur Politik Internasional DHD-TRIIM yaitu Tiongkok, Rusia, Indonesia, India, dan Mongolia” menuju “pemimpin regional” dan “pemimpin antarbenua” sebagai calon pemimpin global masa depan (manifestasi konsep DHD); dan (4)menganalisa pergeseran politik dan keamanan dunia dari Euro-Atlantik ke Asia-Pasifik (manifestasi konsep PGA), didukung oleh fenomena Horizontalisme di awal abad 21, berupa universalisasi kekuatan ASEAN, BRICS, dan G20 didahului oleh penyusutan kekuatan NATO, UE, dan G8.

Di pentas Internasional ia aktif mengamati pertumbuhan “Kepemimpinan Paralel Universal”, yaitu Geometripolitik Ekuilibrium, Geometripolitik Episentrum, dan Geometripolitik Arsitektum. Ini dimanifestasikan dalam fenomena Poros Maritim Dunia (Indonesia) dan perimbangannya Poros Daratan Dunia (Rusia-Tiongkok), serta Poros Lintang Dunia (Indonesia) dan perimbangannya Poros Bujur Dunia (Inggris). Ia terus aktif melakukan studi perimbangan terhadap Teori-Teori Hubungan Internasional masa lampau menuju Abad 21.

Pemutakhiran terkini | Jakarta, 13 Agustus 2016

Profil | Riset | Seminar | Publikasi | Foto | Kontak | situs ini dilindungi undang-undang

Hakcipta 2008-2017 © Adi Rio Arianto