12

Yth.

Adi Rio Arianto

Adi Rio Arianto. Foto diambil: November 2013, Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa, Shalom om swastiastu, Shalom nama Budhayana, dan damailah Indonesiaku. Salam kreatifitas, salam kemanusiaan, dan salam kasih sayang untuk semua. Para pengunjung yang terhormat, saudaraku terkasih di seluruh penjuru nusantara, rakyat Indonesia sebangsa setanah air, dan kepada seluruh umat beragama, salam sehat selalu.

Terima kasih telah berkunjung. Halaman ini Saya hadirkan sebagai sarana sosialisasi dan diskusi pemikiran Saya kepada siapa saja dengan tujuan untuk kemajuan Indonesia dan perdamaian dunia. Dalam beberapa dasawarsa, banyak pembaca berkunjung dan memberikan sumbangan pemikiran positif, dan sering berlanjut dengan diskusi temu muka.

Saudara sekalian, pada Abad 20, Indonesia masih kecil, lemah, dan tertatih. Beban posisi dan beban sejarah yang menghampiri kehidupan masyarakat kita hari ini seakan lengah dari ruh Sejarah yang selalu terdengung: “Wahai Rakyatku, ingatlah selalu pada Sejarah dan jangan sekali-sekali melupakan Sejarah (Soekarno, 1945)”. Bangsa yang lemah adalah bangsa yang lupa akan sejarahnya, lupa akan nenek moyangnya, dan  tidak mampu menghormati sejarahnya. Untuk bangkit, kita tidak hanya sekedar mengingat sejarah, tetapi kita juga harus mampu memaknai sebuah peristiwa di masa lalu, mengambil hikmah kemudian berbenah. Mari menengok sejarah masa lampau, memahami karakter Indonesia lebih dalam.

Dalam kesempatan ini, Saya ingin menyampaikan bahwa sebagai pemuda Indonesia yang ingin bersumbangsih kepada Tanah Air Indonesia, Saya ingin menyampaikan etikad dan suri teladan yang baik berusaha saling membantu, mengadvokasi kebijakan yang memperjuangkan hak, nilai, dan martabat dasar kemanusiaan, ke-Indonesiaan, pemerintahan yang mandiri, pertahanan dalam negeri yang kuat dan kepribadian bangsa yang mapan. Banyak tantangan terbentang di depan, namun demikian, Saya selalu percaya pada potensi manusia yang tak terbatas.

Saudara-saudara sekalian, sebagai manusia Indonesia yang hidup dalam damai dan sejahtera, Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan seluruh orang-orang yang telah (tidak hanya) menempatkan sebuah kepercayaan pada Saya dengan proporsi keteladanan dan kesederhanaan, (tetapi juga) telah menyambut kehadiran pemikiran Saya ke rumah dan jalan pemikiran yang bermanfaat, sukarela waktu yang diberikan, dan sumbangan pemikiran dan ide untuk bersungguh-sungguh dalam memacu prestasi. Terima kasih atas dukungan Anda sekalian.

“Saya mengajak saudara sekalian, mari kita wajibkan membangun kesatuan lingkungan strategis sebagai wujud manunggalisasi masyarakat “bhineka tunggal ika” menuju permanunggalan dunia: Manunggalisme.

Akhirnya, Saya ucapkan terima kasih atas segala bentuk penerimaannya, rasa persahabatan yang diberikan, dorongan untuk saling mengingatkan, dan dukungan untuk saling mempercayai. Damai sejahtera. Salam Kreatifitas, salam kemanusiaan, dan tetap bermanfaat. Segala Puji Bagi Tuhan Yang Maha Esa.

Pemutakhiran terkini : Jakarta, 20 Januari 2020 | Ditulis sejak Januari 2008 

Profil | Kepakaran | KI-KKI | Seminar | Foto | Kontak | Hakcipta dilindungi UU ITE No. 11 Tahun 2008, Indonesia

Hakcipta 2008-2020 © Adi Rio Arianto